Perjanjian Pranikah

Berbeda dari yang sering kita lihat dalam film drama, adegan dimana dua insan berkata “saya bersedia” dan berjanji untuk saling menerima di saat senang dan susah bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Kenyataannya, sepasang suami-istri tersebut baru akan menjalani sebuah fase tak terduga bernama pernikahan.

Pembahasan topik sensitif seperti perjanjian pranikah bisa terdengar tidak romantis. Pemikiran seperti, “Apakah ini berarti ia tidak benar-benar mencintai saya? Apakah pasangan saya menyembunyikan sesuatu? Apakah ia sudah berpikir untuk bercerai?” bisa muncul di pikiran.

Read More.. 

Comments are closed.